Kabupaten Gorontalo di Provinsi Gorontalo mulai dikenal sebagai sentra pengembangan peternakan di kawasan timur Indonesia. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pelaku-pelaku utama usaha peternakan lokal yang memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. Salah satu kisah inspiratif datang dari Usman Zulkarnain dan Zulkarnain, dua pengusaha peternakan yang berhasil membangun bisnis ternak sapi dan kambing di wilayah ini.
Usman Zulkarnain adalah seorang peternak yang lahir dari keluarga sederhana. Sejak remaja, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya merawat ternak kambing di desanya di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Modal semangat, ketekunan, dan keinginan mengubah kehidupan membuat Usman tidak berhenti belajar mengenai peternakan modern. Ia bertekad mengembangkan bisnis peternakan yang berbeda dari pola tradisional kebanyakan masyarakat setempat.
Pada tahun 2010, Usman bersama adiknya, Zulkarnain, sepakat untuk mengelola lahan keluarga seluas 3 hektar menjadi peternakan sapi dan kambing terintegrasi. Dengan modal seadanya, keduanya memulai usaha tersebut dari 5 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Tantangan besar dihadapi, mulai dari minimnya modal, akses pakan yang terbatas, hingga masih rendahnya pengetahuan teknis tentang peternakan efektif.
Menghadapi keterbatasan tersebut, Usman Zulkarnain dan Zulkarnain tidak patah semangat. Mereka rutin mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis yang diadakan oleh dinas peternakan setempat dan universitas-universitas pertanian di Gorontalo. Melalui pelatihan, mereka mulai menerapkan beberapa inovasi, di antaranya:
Berkat inovasi tersebut, tingkat mortalitas kambing dan sapi di peternakan Usman dan Zulkarnain menurun drastis. Bobot ternak meningkat dengan signifikan sehingga harga jualnya pun naik.
Dalam lima tahun, jumlah ternak di peternakan mereka melonjak pesat. Dari hanya belasan ekor pada awalnya, berkembang menjadi lebih dari 150 ekor kambing dan 50 ekor sapi. Mereka juga berhasil menjalin kemitraan dengan koperasi dan pabrik pakan lokal, sehingga distribusi hasil ternak ke pasar Gorontalo hingga Manado menjadi lebih efisien.
Tak hanya itu, Usman dan Zulkarnain juga memberdayakan masyarakat sekitar. Mereka merekrut warga sekitar untuk bekerja di peternakan, memberi pelatihan, bahkan membantu petani kecil memperoleh bibit ternak unggulan secara kredit modal usaha.
Jerih payah Usman Zulkarnain dan Zulkarnain tidak sia-sia. Pada tahun 2017, mereka mendapat penghargaan sebagai "Pelopor Peternak Mandiri Kabupaten Gorontalo" dari pemerintah daerah. Selain itu, peternakan mereka beberapa kali dijadikan lokasi studi banding oleh mahasiswa dan peternak pemula dari berbagai kabupaten.
Tak hanya di bisnis ternak, Usman dan Zulkarnain juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pola konsumsi daging sehat dan pentingnya menjaga kualitas nutrisi hewan ternak. Hal ini berdampak positif, meningkatnya kesadaran gizi di lingkungan sekitar dan bertambahnya minat generasi muda di bidang peternakan.
Peternakan milik Usman dan Zulkarnain kini telah memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal. Tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi menyuplai kebutuhan daging sapi dan kambing ke pasar tradisional dan hotel di Gorontalo. Mereka juga memotivasi banyak pelaku usaha kecil untuk berani memulai bisnis peternakan dengan pendekatan inovatif dan berbasis komunitas.
Berkat peran aktif mereka, Kabupaten Gorontalo kini dikenal sebagai salah satu lumbung ternak di Provinsi Gorontalo. Peternakan milik Usman dan Zulkarnain menjadi contoh bagaimana dari keterbatasan bisa tumbuh menjadi kekuatan lokal yang luar biasa.
Usman Zulkarnain dan Zulkarnain berharap semakin banyak generasi muda Gorontalo yang terjun ke sektor pertanian dan peternakan. Mereka percaya kekayaan alam Gorontalo harus terus dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat, tanpa melupakan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa kunci sukses adalah kerja keras, konsistensi, inovasi, dan kemauan untuk terus belajar. Dengan memegang teguh nilai-nilai tersebut, siapa pun dapat meraih kesuksesan meski berawal dari keterbatasan. Kisah Usman Zulkarnain dan Zulkarnain kini menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha peternakan, tidak hanya di Gorontalo, tetapi juga di seluruh Indonesia.