Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, telah menjadi saksi bagi banyak kisah inspiratif wirausaha lokal. Salah satu tokoh yang patut diacungi jempol adalah Nurdin Mulya, pemilik sekaligus pengelola Mulya Toko Sembako. Perjalanan Nurdin Mulya dalam membangun toko sembako hingga menjadi salah satu pusat andalan masyarakat Pohuwato tidaklah mudah, tetapi penuh dengan nilai kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Nurdin Mulya berasal dari keluarga sederhana di desa Marisa, Kabupaten Pohuwato. Ia memulai usaha toko sembako pada tahun 2011 dengan modal yang terbatas, bahkan sebagian modal adalah hasil tabungan pribadi dan bantuan dari keluarganya. Awalnya, toko sembako miliknya hanya terlihat kecil dan melayani kebutuhan sembako dasar seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, dan beberapa produk lain.
Di saat banyak orang ragu dengan prospek usaha sembako di daerah yang persaingannya ketat, Nurdin justru melihat peluang. Ia menyadari bahwa kebutuhan pangan sehari-hari selalu dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah dengan akses pasar relatif terbatas.
Bertambahnya jumlah pesaing tidak membuat Nurdin menyerah. Ia terus berinovasi, salah satunya dengan memperluas jaringan pemasok sembako agar bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif. Selain itu, Mulya Toko Sembako mulai menyediakan produk tambahan seperti mie instan, kopi, susu, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Dalam menjalankan bisnis, Nurdin juga memanfaatkan teknologi sederhana. Ia melakukan pembukuan toko dengan sistem komputer untuk mengatur keuangan, serta mulai memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook untuk mempromosikan toko dan melakukan penawaran khusus kepada pelanggan tetap.
Kini, Mulya Toko Sembako telah berkembang menjadi salah satu toko sembako terbesar di Kecamatan Marisa, Pohuwato. Jumlah karyawan yang awalnya hanya dua orang, kini menjadi sepuluh orang dan semuanya berasal dari lingkungan sekitar. Hal ini membantu perekonomian lokal dengan membuka lapangan kerja.
Selain berdampak pada ekonomi keluarga, Nurdin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia sering mengadakan program sosial seperti pemberian sembako gratis bagi keluarga kurang mampu pada momentum Ramadan dan Idul Fitri. Tidak jarang pula Nurdin menyumbangkan sembako kepada korban banjir atau bencana alam di Kabupaten Pohuwato.
Dalam mengelola toko, Nurdin menekankan pentingnya disiplin waktu dan transparansi keuangan. Setiap karyawan diberikan pelatihan dasar tentang pelayanan pelanggan, pembukuan, dan pengelolaan stok barang. Manajemen yang dijalankan bersifat kekeluargaan, namun tetap profesional demi menjaga kualitas pelayanan.
Nurdin percaya, kesuksesan usaha bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh komitmen dan kepercayaan. Ia selalu menanamkan kepada seluruh tim agar menjaga hubungan baik dengan pelanggan, termasuk memahami kebutuhan dan memberikan solusi terbaik bagi mereka.
Perjalanan bisnis Nurdin tidak selalu mulus. Selama pandemi Covid-19, suplai barang sering terganggu dan harga sembako melonjak. Namun, Mulya Toko Sembako tetap bisa bertahan dengan merancang strategi seperti memprioritaskan barang kebutuhan pokok, melakukan penyesuaian harga, serta memberikan perhatian khusus kepada pelanggan tetap.
Di luar tantangan eksternal, Nurdin menghadapi tantangan internal berupa persaingan usaha dengan toko-toko lain yang semakin banyak bermunculan. Untuk mengatasinya, Nurdin selalu mengedepankan pelayanan prima dan membangun hubungan baik dengan pelanggan melalui berbagai program loyalitas dan diskon.
Ketekunan, kegigihan, dan adaptasi adalah kunci utama sehingga Mulya Toko Sembako dapat terus berkembang dan menjadi toko pilihan masyarakat Pohuwato.
Kisah Nurdin Mulya adalah gambaran nyata bahwa wirausaha lokal berperan strategi dalam perekonomian daerah. Dengan kerja keras, inovasi, dan kemauan belajar, setiap orang bisa membangun bisnis yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Nurdin selalu berpesan kepada generasi muda agar berani mencoba dan tidak takut gagal. Ia menekankan pentingnya membangun usaha dengan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan pelayanan yang maksimal. Pada tahun-tahun mendatang, Nurdin berencana membuka cabang baru di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Pohuwato dengan harapan bisa memberikan manfaat lebih luas.
Kisah sukses Nurdin Mulya dalam membangun Mulya Toko Sembako di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, merupakan bukti bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan inovasi, usaha kecil dapat berkembang pesat dan bermanfaat bagi banyak orang. Tidak hanya menjadi sumber perekonomian keluarga, usaha yang dikelola Nurdin juga menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk berani bermimpi dan meraih kesuksesan melalui jalur wirausaha.
Kepercayaan dan kepuasan pelanggan adalah kunci utama. Jika kita bisa membangun usaha dengan nilai tersebut, maka bisnis akan tumbuh, tutup Nurdin Mulya.