Di tengah hamparan sawah dan laut biru Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dua sosok perempuan telah menciptakan perubahan besar melalui perjuangan yang tak kenal lelah. Dina Wahyuni dan Wahyuni Cendana adalah dua nama yang kini menjadi inspirasi masyarakat Pohuwato, khususnya perempuan yang ingin mengembangkan potensi dan meningkatkan taraf hidup. Kisah mereka adalah contoh nyata bagaimana ketekunan, komitmen, dan inovasi dapat membawa perubahan positif dalam komunitas lokal.
Dina Wahyuni berasal dari sebuah keluarga sederhana di Kecamatan Marisa. Sejak kecil, ia terbiasa membantu orang tuanya di kebun, menanam jagung dan sayuran. Pendidikan formal yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi Dina untuk terus belajar. Ia sering menghadiri pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah desa maupun LSM lokal. Tahun 2013 menjadi titik balik saat Dina mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pohuwato.
Saya menyadari, perempuan punya potensi besar jika diberikan kesempatan. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan Pohuwato bisa mandiri, ujar Dina Wahyuni.
Dengan modal hasil tabungan, Dina mulai merintis usaha produksi keripik pisang. Dari proses produksi sederhana di dapur rumah, usahanya berkembang. Dina berinovasi dengan berbagai rasa dan kemasan menarik. Hasilnya, produk keripik pisang Wahyuni Food laku di pasar lokal dan mulai dikenal di luar Gorontalo.
Wahyuni Cendana dikenal sebagai penggerak komunitas perempuan di Desa Patuhu. Ia fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kerajinan tangan dan pengelolaan hasil laut. Wahyuni yakin bahwa kekuatan ekonomi perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara nyata.
Mulanya, Wahyuni membentuk kelompok kecil berisi 18 ibu rumah tangga. Mereka belajar membuat kerajinan dari limbah kulit jagung dan kerang laut. Pelatihan yang berkelanjutan membuahkan hasil: produk kerajinan mereka mulai dihargai oleh wisatawan dan pengunjung pasar tradisional.
Kami belajar bersama, saling menguatkan, dan akhirnya bisa menghasilkan tambahan penghasilan untuk keluarga, tutur Wahyuni Cendana.
Kunci sukses kedua tokoh ini adalah inovasi dan kolaborasi. Dina Wahyuni menggandeng koperasi lokal, memperluas pemasaran lewat media sosial. Ia membangun jaringan dengan pelaku usaha lain di Gorontalo. Sedangkan Wahyuni Cendana aktif bekerja sama dengan pemerintah desa, sehingga kelompoknya mendapat dukungan berupa alat produksi dan modal usaha melalui program Desa Mandiri .
Perjuangan Dina dan Wahyuni tidak hanya berdampak pada diri mereka sendiri, tetapi juga masyarakat sekitar. Usaha Dina membuka lapangan kerja bagi 14 warga desa. Sementara kelompok Wahyuni Cendana telah membantu lebih dari 50 perempuan untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui kerajinan.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato memberikan apresiasi berupa penghargaan Perempuan Inspiratif Pohuwato kepada keduanya. Pencapaian ini menandai besarnya pengaruh mereka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mikro dan pemberdayaan perempuan.
Kisah Dina Wahyuni dan Wahyuni Cendana mengajak generasi muda Gorontalo untuk tidak takut memulai usaha. Kegigihan, kejujuran, dan kemauan belajar adalah modal utama dalam menghadapi tantangan. Melalui program pelatihan yang terus berlanjut, mereka menjadi mentor bagi banyak perempuan lain di Pohuwato.
Berikut beberapa pesan inspiratif dari mereka:
Kisah dua perempuan ini menunjukkan bahwa kerja keras, kesabaran, dan komitmen tinggi mampu merubah kondisi. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa perubahan sosial dan ekonomi dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dina Wahyuni dan Wahyuni Cendana telah membuktikan bahwa perempuan Pohuwato bisa menjadi pelaku utama dalam pembangunan desa.
Tidak hanya di sektor ekonomi, mereka juga aktif dalam kegiatan sosial seperti pengajaran anak-anak, penggalangan dana untuk warga terdampak bencana, dan pelestarian budaya lokal. Semua upaya tersebut semakin memperkuat posisi perempuan sebagai agen perubahan di masyarakat Pohuwato.
Saat ini, Dina Wahyuni tengah berusaha merambah pasar yang lebih luas, termasuk ekspor ke beberapa daerah di Sulawesi. Wahyuni Cendana berencana mengembangkan produk kerajinan yang berbasis daur ulang untuk mendukung gerakan lingkungan hidup. Tantangan yang mereka hadapi antara lain keterbatasan modal, persaingan pasar, serta perubahan teknologi yang cepat.
Namun mereka percaya dengan semangat belajar dan kolaborasi, tantangan tersebut bisa diatasi. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus mendukung usaha perempuan, memberikan akses pelatihan, pendampingan, serta promosi produk lokal secara nasional.
Kisah sukses Dina Wahyuni dan Wahyuni Cendana adalah inspirasi nyata bagi seluruh masyarakat Pohuwato dan Gorontalo. Lewat usaha, inovasi, dan kerja keras, mereka membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi lokal. Kesuksesan keduanya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk meraih cita-cita dan terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Pohuwato kini semakin dikenal berkat produk-produk UMKM yang dikelola oleh perempuan kreatif dan gigih seperti Dina Wahyuni dan Wahyuni Cendana. Semoga kisah mereka terus menyebarkan inspirasi dan semangat positif bagi seluruh Indonesia.